Tanah Batak :)
Label
- Agama ku
- Agamaku
- Agung Podomoro
- Agung podomoro Group
- Bisnis Online
- Budaya
- Cerita harianku
- Danau Toba
- Education
- English.
- Entertaiment
- Film
- Info
- Internasional
- jepang
- jurnalistik.
- Kata Mutiara Dan Motivasi
- Menyambut Natal
- My Article
- My campus Politeknik LP3I Bandung
- Novel
- picture
- Picture with you
- profile
- Public Relations
- Tenant Relations
- TiPs
- youth GKB
Tampilkan postingan dengan label Danau Toba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danau Toba. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Agustus 2014
Senin, 09 Desember 2013
Misteri Dibalik Keindahan Danau Toba.
Misteri Danau Toba - Danau Toba, danau terbesar se Asia Tenggara
ini, mejadi salah satu danau terbesar di dunia, diantara danau-danau
lainnya. Keberadaan Pulau Samosir yang dikelilingi oleh Danau Toba,
menjadi sebuah nilai lebih danau lain di Asia Tenggara.
Tidak sedikit pengunjung yang sudah pernah datang langsung melihat keindahan Danau Toba, merasa kagum akan panorama yang dimiliki Danau Toba, baik pengunjung lokal maupun Internasional. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Samosir, tengah melakukan berbagai persiapan dalam rangka penyelenggaraan agenda pariwisata nasional tahunan yakni Festival Danau Toba, sebagaimana dahulu lebih dikenal dengan istilah Pesta Danau. Namun, dibalik keindahan Danau Toba yang menjadi salah satu icon wisata kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut, terungkap berbagai pengakuan masyarakat yang sering dikait-kaitkan dengan kesan misteri atau mistis di beberapa lokasi tepi Danau Toba. Sebut saja Pantai Pandua yang berada di Desa Nainggolan-Kecamatan Nainggolan. Beberapa kejadian unik yang sering dikait-kaitkan dengan hal-hal gaib, sering terjadi di lokasi tersebut.
Sekitar tahun 1990an, salam satu istir mantan camat Kecamatan Nainggolan (saat itu Kecamatan Nainggolan dipimpin marga Tambunan), mengalami kejadian janggal, dimana istir Pak Tambunan, hanyut seketika di danau toba, tepatnya di pantai (tepi danau) Pandua (lokasi Kantor Camat Nainggolan saat ini-red) dan akhirnya dapat diselamatkan oleh salah satu warga Bonapasogit. Konon, menurut cerita beberapa warga yang saat itu turut menyaksikan kejadian aneh tersebut, menyebutkan bahwa istri mantan Camat Nainggolan yang memimpin di era 90an tersebut, mandi di pantai Pandua dengan mengenakan beberapa barang-barang perhiasan, sementara lokasi pantai Pandua, diyakini memiliki penunggu yang sering mengincar korban yang mandi dengan mengenakan perhiasan maupun warga pendatang baru. Sesuai keterangan warga yang masih hidup hingga saat kisah ini diangkat oleh team Bonpas, istri mantan camat Nainggolan, dapat diselamatkan namun segala perhiasan yang dikenakan, dinyatakan hilang. Dan sesuai keyakinan warga setempat, perhiasan yang dikenakan istri mantan camat Nainggolan tersebut, diyakini hilang karena diambil sang penunggu yang ada di daerah Pantai Pandua.
Kemudain, masih pada tahun 1990an, salah seorang warga dinyatakan hilang dilokasi pantai Pandua-Desa Nainggolan, setelah sebelumnya mandi di tempat yang sama dimana istri mantan camat Nainggolan mengalami kejadian aneh tersebut.
Semenjak kejadian-kejadian janggal yang sudah banyak menelan korban itu, hingga saat ini, lokasi pantai pandua, masih dinilai kramat bagi warga setempat, sehingga tak sedikit warga yang sudah mengetahui hal keramat tersebut, merasa was-was ketika hendak mandi ke Pantai Pandua yang berlokasi di daerah Kantor Camat Nainggolan-Samosir. Lalu, benarkan misteri atau hal keramat seperti yang diyakini warga setempat (Pandua-Nainggolan, red) benar adanya? dan bagaimana dengan beberapa lokasi tepi danau toba yang konon kisahnya juga mengandung usur gaib tersebut? ikuti penelusuran team Bonpas selanjutnya.
Percaya atau tidak dengan hal unik berbau keramat ini, menguasai tehnik berenang atau sedikitnya paham dengan kondisi danau/sungai serta dasar daripada lokasi danau/sungai tempat kita berenang, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang bersifat merugikan atau menelan korban "hanyut/tengelam". Dan air yang tampak tenang, tidak sepenuhnya menjanjikan kenyamanan untuk berenang/menyelam
.
"Tumbuhan air yang terdapat di dasar danau toba yakni sejenis lumut atau lumpur laut, memiliki sifat yang elastis atau mengikuti pergerakan air, sehingga keadaan rumput tersebut, menjadi acaman bagi para perenang/penyelam yang mengalami kontak langsung dengan rumput, dimana ketika benda bergerak yang melintas disekitar rumput/tumbuhan air tersebut, dengan mengikuti pergerakan benda bergerak, rumput seakan menjerat benda yang melintas disekitarnya, termasuk manusia yang menyelam/berenang disekitarnya. rumput akan mengikuti gerakan kaki, hingga secara langsung, rumput akan melilit kaki yang gerakannya sangat dekat dengan rumput". Bisa saja hal ini menjadi salah satu faktor penyebab hanyutnya korban di beberapa lokasi tepi danau toba yang rata-rata memiliki tumbuhan air sejenis rumput laut.
http://penampakan666.blogspot.com/2013/10/misteri-dibalik-keindahan-danau-toba.html.
Tidak sedikit pengunjung yang sudah pernah datang langsung melihat keindahan Danau Toba, merasa kagum akan panorama yang dimiliki Danau Toba, baik pengunjung lokal maupun Internasional. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Samosir, tengah melakukan berbagai persiapan dalam rangka penyelenggaraan agenda pariwisata nasional tahunan yakni Festival Danau Toba, sebagaimana dahulu lebih dikenal dengan istilah Pesta Danau. Namun, dibalik keindahan Danau Toba yang menjadi salah satu icon wisata kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut, terungkap berbagai pengakuan masyarakat yang sering dikait-kaitkan dengan kesan misteri atau mistis di beberapa lokasi tepi Danau Toba. Sebut saja Pantai Pandua yang berada di Desa Nainggolan-Kecamatan Nainggolan. Beberapa kejadian unik yang sering dikait-kaitkan dengan hal-hal gaib, sering terjadi di lokasi tersebut.
Sekitar tahun 1990an, salam satu istir mantan camat Kecamatan Nainggolan (saat itu Kecamatan Nainggolan dipimpin marga Tambunan), mengalami kejadian janggal, dimana istir Pak Tambunan, hanyut seketika di danau toba, tepatnya di pantai (tepi danau) Pandua (lokasi Kantor Camat Nainggolan saat ini-red) dan akhirnya dapat diselamatkan oleh salah satu warga Bonapasogit. Konon, menurut cerita beberapa warga yang saat itu turut menyaksikan kejadian aneh tersebut, menyebutkan bahwa istri mantan Camat Nainggolan yang memimpin di era 90an tersebut, mandi di pantai Pandua dengan mengenakan beberapa barang-barang perhiasan, sementara lokasi pantai Pandua, diyakini memiliki penunggu yang sering mengincar korban yang mandi dengan mengenakan perhiasan maupun warga pendatang baru. Sesuai keterangan warga yang masih hidup hingga saat kisah ini diangkat oleh team Bonpas, istri mantan camat Nainggolan, dapat diselamatkan namun segala perhiasan yang dikenakan, dinyatakan hilang. Dan sesuai keyakinan warga setempat, perhiasan yang dikenakan istri mantan camat Nainggolan tersebut, diyakini hilang karena diambil sang penunggu yang ada di daerah Pantai Pandua.
Kemudain, masih pada tahun 1990an, salah seorang warga dinyatakan hilang dilokasi pantai Pandua-Desa Nainggolan, setelah sebelumnya mandi di tempat yang sama dimana istri mantan camat Nainggolan mengalami kejadian aneh tersebut.
Semenjak kejadian-kejadian janggal yang sudah banyak menelan korban itu, hingga saat ini, lokasi pantai pandua, masih dinilai kramat bagi warga setempat, sehingga tak sedikit warga yang sudah mengetahui hal keramat tersebut, merasa was-was ketika hendak mandi ke Pantai Pandua yang berlokasi di daerah Kantor Camat Nainggolan-Samosir. Lalu, benarkan misteri atau hal keramat seperti yang diyakini warga setempat (Pandua-Nainggolan, red) benar adanya? dan bagaimana dengan beberapa lokasi tepi danau toba yang konon kisahnya juga mengandung usur gaib tersebut? ikuti penelusuran team Bonpas selanjutnya.
Percaya atau tidak dengan hal unik berbau keramat ini, menguasai tehnik berenang atau sedikitnya paham dengan kondisi danau/sungai serta dasar daripada lokasi danau/sungai tempat kita berenang, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang bersifat merugikan atau menelan korban "hanyut/tengelam". Dan air yang tampak tenang, tidak sepenuhnya menjanjikan kenyamanan untuk berenang/menyelam
.
"Tumbuhan air yang terdapat di dasar danau toba yakni sejenis lumut atau lumpur laut, memiliki sifat yang elastis atau mengikuti pergerakan air, sehingga keadaan rumput tersebut, menjadi acaman bagi para perenang/penyelam yang mengalami kontak langsung dengan rumput, dimana ketika benda bergerak yang melintas disekitar rumput/tumbuhan air tersebut, dengan mengikuti pergerakan benda bergerak, rumput seakan menjerat benda yang melintas disekitarnya, termasuk manusia yang menyelam/berenang disekitarnya. rumput akan mengikuti gerakan kaki, hingga secara langsung, rumput akan melilit kaki yang gerakannya sangat dekat dengan rumput". Bisa saja hal ini menjadi salah satu faktor penyebab hanyutnya korban di beberapa lokasi tepi danau toba yang rata-rata memiliki tumbuhan air sejenis rumput laut.
http://penampakan666.blogspot.com/2013/10/misteri-dibalik-keindahan-danau-toba.html.
Selasa, 03 Desember 2013
Galery Foto Danau Toba WitH mY fAMilY
Vila Samosir Resort.
wisata tele Danau Toba.
Wisata Air Panas.
Penyebrangan Danau Toba.
With Family Menyebrang Samosir.
Veri Samosir Toba.
Rumah Adat Batak.
My Family.
Tomok.
Tele
Tele
Tele lah..

Pesisir Danau Toba.
.
.https://www.facebook.com/lhena.joentax/photos_all
Asal Usul Danau Toba
Di Sumatera Utara terdapat danau yang sangat besar dan ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau. Danau itu bernama Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya dinamakan Pulau Samosir. Konon danau tersebut berasal dari kutukan dewa.
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.
“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. “Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.
Sumber: http://www.e-smartschool.com
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.
“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. “Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.
Sumber: http://www.e-smartschool.com
Sejarah Danau Toba
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University
memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu
sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu
vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu
vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.
Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba#Sejarah
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.
Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba#Sejarah
Profil Danau Toba
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer
yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan
Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan
Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langganan:
Postingan (Atom)
