Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Sinopsis-We Are Family.


 .
 
Merupakan adaptasi secara resmi dari film Hollywood yang bertajuk Stepmom (1998), film Bollywood yang bertajuk We Are Family ini sudah tentu bernuansa khas India, namun tetap memiliki benang cerita seperti film aslinya. Diarahkan oleh sutradara Siddarth Malhotra dan diproduseri Karan Johar dan dirilis pada tahun 2010, film ini dibintangi sederet bintang beken seperti Arjun Rampal, Kajol dan Kareena Kapoor.

Kisahnya mengenai Aman (Arjun Rampal) (Arjun Rampal) yang telah bercerai dari sang istri, Maya (Kajol). Tidak ingin merusak pertumbuhan jiwa ketiga anak mereka yaitu Aleya (Aanchal Munjal), Anjali (Diya Sonecha) dan Ankush (Nominath Ginsburg), maka Aman dan Maya sepakat untuk tetap menjalin hubungan baik dan bergantian dalam mengasuh anak-anak mereka. Tampaknya semua berjalan lancar karena hubungan Aman maupun Maya dengan ketiga anak mereka tetap hangat.

Namun semuanya berubah karena sebagaimana seorang pria yang tanpa pendamping, maka tidak heran akhirnya Aman jatuh cinta kepada wanita lain, Shreya (Kareena Kapoor). Tentu saja ia memperkenalkan Shreya kepada keluarganya. Sayangnya bukan sambutan hangat yang diterima Shreya karena ketiga anak Aman itu terutama Aleya justru menolak mentah-mentah kekasih ayahnya itu. Rupanya mereka menganggap Shreya akan memonopoli perhatian Aman.

Tidak hanya itu, Maya pun menanggapi negatif kehadiran Shreya karena menganggap wanita tersebut tidak akan mampu memberikan kasih sayang seorang ibu kepada ketiga anaknya. Namun keluarga itu kembali mendapatkan tantangan ketika Maya akhirnya mengetahui dirinya terkena kanker parah yang akan merenggut nyawanya dalam waktu tidak lama lagi. Ketika Aman mendengar kabar mengejutkan itu, seketika ia meninggalkan Shreya untuk tinggal bersama Maya dan ketiga anak mereka itu.

Maya yang sebenarnya bahagia karena Aman akan lebih memperhatikan anak-anak mereka. Namun Maya juga mulai sadar jika ia tidak ada lagi di dunia, maka Aleya dan dua adiknya akan butuh kasih sayang ibu. Sehingga Maya memutuskan mengajak Shreya ke dalam kehidupan keluarganya dan mulai memperkenalkan Shreya sebagai seorang ibu yang akan menggantikan posisinya. Maya tahu kalau tindakannya itu akan membuat anak-anak Maya terkejut dan tidak akan berlangsung dengan mudah.

Benarkah Maya akhirnya rela menerima Shreya sebagai pengganti dirinya tidak hanya sebagai ibu ketiga anak tersebut, namun juga sebagai pengganti sosok istri bagi Aman? Jangan lewatkan tayangan sinema India yang bertajuk We Are Family di layar Indosiar.

Sinopsis "99 Cahaya Di Langit Eropa

Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.


Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.


Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.


Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.


Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.


Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.


Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan


Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.


Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.


Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna.